Sabtu, 24 April 2010

Kode Etik Guru


Kata etik berasal dari bahasa Yunani "ethos" berarti watak, adat, atau cara hidup. Karena, etika biasanya dipakai mengkaji sistem nilai atau kode, maka terjelmalah kata "kode etik", dan karena kode etik dibuat oleh se kelompok orang, maka kode etik sering diartikan "cara hidup berdasarkan pada persetujuan yang diputuskan oleh suatu kelompok".
Pekerjaan yang dikatakan profesional perlu adanya kode etik yang mengatur perilaku, tanggung jawab dan hubungan antar anggotanya dengan pihak lain yang terkait, sehingga para anggotanya memiliki acuan dalam melaksanakan tugas profesionalnya, tidak melanggar batas wewenang dalam melaksanakan tugasnya dan tidak berperilaku yang seharusnya dilakukan profesi lain.
Guru juga sebuah profesi, maka juga memiliki kode etik guru yang disusun oleh para anggotanya, dalam hal ini adalah sebuah Tim khusus dalam organisasi profesi guru. Isi kode etik guru setidaknya bisa memberikan sebuah wacana mengenai tanggung jawab guru terkait dengan pengembangan kemampuan diri sendiri, pengembangan dan nama baik profesi guru, layanan yang diberikan kepada siswa dan hasil kerjanya. Sementara, yang berkaitan dengan pihak lain kode etik guru memberikan patokan-patokan bagaimana menjalin hubungan dengan siswa, teman sejawat dan mitranya, dengan pihak-pihak di luar profesi guru, dan dengan penguasa atau pemerintah.
Muncul pertanyaan berikut :
  1. Apa kegunaan kode etik guru, baik bagi guru yang bersangkutan, bagi murid, bagi profesinya, bagi orang tua, bagi masyarakat maupun bagi pemerintah.
  2. Apa urgensi kode etik guru bagi para anggotanya menurut UU No. 14 tentang Guru dan Dosen?
  3. Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi pelaksanaan kode etik guru Indonesia?
Nah, tentu saudara penasaran untuk memperoleh jawabannya sehingga termotivasi untuk mencari buku-buku atau bahan bacaan yang terkait atau mungkin sudah menemukan jawabnnya. Yah, kalau sudah tahu jawabannya laporkan sebagai TO ke-2, tetapi untuk jawaban nomor 1 harus dipilah-pilah lho (misalnya bagi guru apa, bagi murid apa dst)
Masih ada hal yang perlu saudara ketahui, bagaimanakah rumusan kode etik guru ?
Pelajarilah, kemudian jawablah pertanyaan berikut ini :
  1. Kemukakan apa yang semestinya dilakukan oleh seorang guru!
  2. Kemukakan contoh perbuatan pelanggaran terhadap kode etik guru!
  3. Terkait dengan jawaban nomor 1, berikan saran / solusinya !
Jawaban tidak boleh melebihi satu minggu (TO 1 sampai hari ini baru masuk 11 TO)

Jumat, 16 April 2010

KUALITAS PROFESIONAL GURU


Keahlian guru yang profesional diperoleh melalui proses pendidikan dan pelatihan yang diprogramkan, yang berujung pada pengakuan formal dalam bentuk sertifikasi, akreditasi dan lisensi bagi yang bersangkutan. Dengan keahlian tersebut, maka yang bersangkutan memiliki otonomi, baik sebagai pribadi maupun sebagai pemangku profesinya.
Sebagai seorang yang menduduki jabatan profesional, dia tentunya harus mampu mewujudkan berbagai unjuk kerja, di antaranya : selalu menampilkan perilaku yang mendekati standar ideal, meningkatkan dan memelihara citra profesi, senantiasa berusaha mengembangkan profesi yang dipilihnya, mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi, memiliki kebanggaan terhadap profesinya dan lain sebagainya.
Selain itu, guru yang memilki kualitas profesional yang tinggi, tentunya mampu menunjukkan mentalitas profesional sebagai seorang guru, yaitu : mentalitas mutu, mentalitas altruistik mentalitas melayani, mentalitas pembelajaran, mentalitas pengabdian, mentalitas kreatif dan mentalitas etis.
Dalam pengertian ketujuh mentalitas tersebut berarti seorang guru dituntut menampilkan kinerja terbaiknya atau selalu berada diujung terbaik bidang keahliannya (bukan the second best), karena disadari bahwa hakekat profesi guru ingin mencapai suatu kesempurnaan nyata dan ingin menembus batas-batas ketidakmungkinan praktis, untuk memuaskan dahaga manusia akan ideal mutu.
Selanjutnya, tuntutan dimilikinya mentalitas altruistik berarti seorang guru dimotivasi untuk memiliki keinginan berbuat mulia, yakni agar berguna atau mendatangkan kemaslahatan bagi masyarakat. Mentalitas melayani berarti memiliki kepedulian pada orang-orang yang ada disekitarnya. Mentalitas pembelajar berarti seorang guru secara terus menerus menerima pendidikan dan pelatihan di bidangnya, bahkan kalau perlu menempuh ujian-ujian untuk meng-update sertifikat yang pernah diperolehnya. Mentalitas pengabdian berarti seorang guru yang profesional merasa ada rasa keterpanggilan untuk mengabdi di bidang profesinya, bahkan semakin berkembang sebuah hubungan kecintaan dengan profesinya dan semakin menumbuhkan kemantapannya pada profesinya. Mentalitas kreatif, berarti seorang guru yang profesional dituntut menguasai kompetensi teknis di bidangnya yang berkembang terus ke tahap seni, yang mengarah kepada penghayatan profesinya. Seterusnya, penghayatan tersebut memicu kegaerahan baru untuk menjadi pekerja kreatif, berdaya cipta dan inovatif. Sementara, mentalitas etis mengisyaratkan bahwa seorang guru yang profesional akan menerima semua konsekuensi pilihannya, baik manis maupun pahit.


Tugas !
  1. Mungkinkah seorang guru menjadi seorang yang profesional seperti pada paparan di atas?
  2. Deskripsikan bagaimana tuntutan untuk menjadi guru yang profesional?
  3. Kemukakan perlunya profesionalisme dalam bidang pendidikan !
  4. Kemukakan beberapa contoh guru yang tidak / kurang profesional !
  5. Deskripsikan bagaimanakah guru yang profesional di masa depan ?
  6. Apakah hal-hal tersebut berlaku bagi guru ABK ? Kemukakan alasannya !